Apa Itu Quick Count dan Real Count? Inidia Penjelasannya

- 12 Februari 2024, 14:27 WIB
Apa Itu Quick Count dan Real Count? Inidia Penjelasannya
Apa Itu Quick Count dan Real Count? Inidia Penjelasannya /

TERAS GORONTALO - Pemilu 2024 diprediksi akan menjadi pesta demokrasi yang sangat dinanti oleh seluruh rakyat Indonesia.

Pemilu kali ini diprediksi akan menjadi momen penting dalam sejarah politik Indonesia, mengingat dinamika politik yang semakin kompleks dan tuntutan akan perubahan yang semakin kuat.

Pemilu sendiri akan dilaksanakan pada hari Rabu, 14 Februari 2024.

Sebagai bagian dari masyarakat, kita memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa Pemilu 2024 berjalan dengan baik dan berintegritas.

Pencarian informasi yang akurat, kritis, dan berimbang menjadi kunci dalam menyaring calon pemimpin yang berkualitas.

Belakangan ini sering muncul istilah quick count dan real count, lantas apa pengertiannya? Simak penjelasannya di sini.

Pengertian quick count dan cara kerjanya
Menurut Peraturan Komisi Pemilihan Umum (KPU), quick count atau penghitungan cepat adalah metode penghitungan suara yang dilakukan secara cepat dengan memanfaatkan teknologi informasi.

Metode ini didasarkan pada metodologi sampling tertentu yang dilakukan oleh masyarakat atau lembaga/badan swasta. Dalam era teknologi informasi, quick count menjadi alat yang efektif untuk memperoleh hasil Pemilu dengan cepat dan akurat.

Dalam melaksanakan kegiatan penghitungan cepat hasil Pemilu, lembaga hitung cepat memainkan peran penting.

Untuk memperoleh legitimasi yang diperlukan, lembaga hitung cepat harus mematuhi ketentuan yang diatur dalam Peraturan KPU (PKPU).

Dengan memenuhi ketentuan tersebut, lembaga hitung cepat dapat menjalankan tugasnya dengan meyakinkan dan memberikan hasil penghitungan cepat yang dapat dipercaya.

Penghitungan cepat hasil Pemilu dan peran lembaga yang terlibat dalam kegiatan quick count juga telah diatur berdasarkan Pasal 448 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum (UU Pemilu).

Pasal ini mengamanatkan bahwa Pemilu harus diselenggarakan dengan partisipasi masyarakat, salah satunya melalui penghitungan cepat hasil Pemilu. Dengan adanya regulasi ini, penghitungan cepat menjadi salah satu cara untuk melibatkan masyarakat dalam proses Pemilu.

Cara kerja hitung cepat (quick count) adalah dengan melakukan penghitungan cepat menggunakan metode verifikasi hasil Pemilu.

Metode ini dilakukan dengan menghitung persentase hasil pemilu di Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang dijadikan sampel.

Quick count memberikan gambaran dan akurasi yang lebih tinggi karena menghitung hasil pemilu secara langsung dari TPS target, bukan berdasarkan persepsi atau pengakuan responden.

Dengan demikian, quick count menjadi alat yang efektif untuk memperoleh hasil pemilu yang lebih objektif dan dapat dipercaya.

Pengertian real count dan cara kerjanya
Real Count merupakan metode penghitungan nyata hasil Pemilu.

Dalam real count, dilakukan penghitungan suara secara langsung berdasarkan data perolehan suara yang tercatat dalam dokumen Formulir Model C1 Plano (catatan hasil penghitungan perolehan suara Pemilu) dari seluruh Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Proses penghitungan suara ini dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) melalui petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di setiap TPS.

Dengan menggunakan metode real count, hasil penghitungan suara Pemilu dapat dipastikan akurat dan berdasarkan data yang valid.

Cara kerja metode real count dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) melalui petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) dan juga melibatkan saksi-saksi di Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Dalam proses ini, alat bantu digunakan untuk mendokumentasikan hasil perolehan suara Pemilu di setiap TPS.

Meskipun data yang ditampilkan merupakan hasil hitung yang sesungguhnya atau nyata, namun proses real count membutuhkan waktu yang cukup lama, bahkan bisa berhari-hari.***

 

Editor: Viko Karinda

Sumber: Berbagai Sumber KPU RI


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah

x