‘Kelaparan Membawamu ke Surga dan Bertemu Tuhan’ Sekte Sesat Puasa Ekstrim di Kenya yang Merenggut Nyawa

26 April 2023, 17:21 WIB
Korban sekte di Kenya /Twitter @TMIHARIINI/

TERAS GORONTALO – Baru-baru ini sebuah sekte sesat di kota Malindi, Kenya memakan korban jiwa. Hal ini diketahui setelah polisi menemukan sejumlah jasad korban anggota sekte sesat yang diduga tewas akibat kelaparan.

Pihak kepolisian Kenya melaporkan sebanyak 89 jasad meninggal lantaran menjalankan puasa tanpa henti setelah mengikuti ajaran pemimpin sekte sesat Good News International Church di Kenya.

Dilansir dari laman Twitter @TMIHARINI, sekte dengan nama Good News International Church yang dipimpin oleh Paul Makenzi ini menerapkan ajaran dengan menganjurkan jemaatnya untuk berpuasa agar bisa masuk surga.

Baca Juga: Garp Selamat! Bogard Bantai-bantai di One Piece 1082, Kurohige dan Shiryu Sekarat...

Pendeta sekte sesat Paul Makenzi mengatakan jika jemaatnya ingin bertemu dengan Tuhannya, mereka harus menderita kelaparan.

Paul Makenzi telah mencuci otak jemaatnya dengan ajaran puasa ekstrim, hal itu terbukti ketika salah satu jemaat yang berhasil diselamatkan tetap menolak untuk makan dan bersikeras melanjutkan puasanya.

Pria paruh baya yang berhasil diselamatkan tersebut mengatakan jika dirinya tidak butuh ditolong dan mengatakan bahwa polisi merupakan orang jahat yang telah menghalanginya ke surga.

Baca Juga: Garp Pilih Selamatkan Koby Ketimbang Luffy Saat Dikepung Armada Perang Angkatan Laut

Terdapat 259 warga Kenya dan 130 diantaranya merupakan anak-anak yang dilaporkan menghilang oleh keluarga ternyata ditemukan menjadi pengikut sekte sesat Good News International Church.

Presiden Kenya, William Ruto menyebutkan bahwa sekte sesat Good News International Church yang dipimpin Paul Makenzi ini tidak berafiliasi dengan agama manapun.

William Ruto mengutuk ajaran sesat ini dengan mengatakan sang pendiri sekte sesat Good News International Church, Paul Makenzi tidak lain merupakan seorang pembunuh yang setara dengan teroris.

Baca Juga: Eiichiro Oda Konfirmasi Bahwa Pil Ajaib Chopper Jadikan Bepo Sulong Terkuat di One Piece!

Oleh Kepolisian, Paul Mackenzie juga diduga telah melakukan perdagangan organ setelah beberapa dari tubuh mayat yang ditemukan kehilangan sebagian organ tubuhnya.

Sebelumnya, berdasarkan laporan kepolisian Kenya, Paul Makenzi tenyata pernah ditangkap pada tahun 2019 dan Maret 2023, namun dikarenakan kurangnya bukti ia pun dibebaskan.

Hingga kini polisi masih terus menginvestigasi kasus ini dan terus mencari korban lain dengan menyisir ke berbagai desa-desa setempat di Kenya.

Polisi juga meyakini masih terdapat banyak korban lain dari sekte sesat ini karena adanya laporan dari anggota keluarga korban yang terus berdatangan sejak berita ini dimuat.***

 

Editor: Viko Karinda

Tags

Terkini

Terpopuler