Manager Timnas Thailand Madam Pang Punya Kecantikan Layaknya ABG, Beda 12 Tahun dengan Tangmo Nida

- 1 Mei 2022, 08:15 WIB
Beda 12 tahun dengan Tangmo Nida, Madam Pang punya kecantikan yang masih seperti ABG..
Beda 12 tahun dengan Tangmo Nida, Madam Pang punya kecantikan yang masih seperti ABG.. /Instagram Madam Lampang. /

TERAS GORONTALO -- Meski berbeda usia 12 tahun dengan artis Tangmo Nida, tapi kalau soal cantik, maka Tangmo Nida harus angkat jempol untuk manager timnas Thailand Madam Pang.

Yah, Madan Pang adalah seorang wanita asal Thailand yang saat ini sudah menginjak usia ke 55 tahun, namun kecantikanny masih seperti anak baru gede. 

Bahkan diusia yang sudah masuk kepala lima, Madam Pang masih tetap bersaing dengan para artis Thailand lainnya seperti Tangmo Nida. 

Baca Juga: Berbohong Soal Gambar Luka Tangmo Nida? Bang Jack: Siapa yang Akan Menutut Polisi?

Sebelum Thailand viral dengan kasus Tangmo Nida, kecantikan Madam Pang sudah lebih dulu dilirik netizen Indonesia pasca final AFF melawan Thailand. 

Pada final AFF ini Madam Pang menjadi salah satu orang yang terdepan memberikan dukungan kepada timnas Thailand. 

Dilansir dari channel Youtube Mihta's, Madam Pang bukanlah sosok baru di dunia sepak bola Thailand.

Baca Juga: Sama Cantik dengan Tangmo Nida, Deretan Artis Thailand tidak Bisa Membaca Bahasa Negara Dijuluki Seribu Pagoda

Sebelumnya, ia pernah menjadi manager timnas putri Thailand.

Dan kini, Madam Pang masih berstatus Presiden klub Thai Port FC.

Diluar lapangan hijau Madam Pang juga seorang pebisnis dan politikus. 

Ia merupakan CEO perusahaan asuransi Muang Thai Insurance, dan menjadi anggota partai Demokrat, bahkan pernah menjabat sekjen sejak tahun 2006 hingga 2016. 

Baca Juga: Klaim Kasus Tangmo Nida Adalah Pembunuhan, Mr Genius Serahkan Bukti ke DSI

Madam Pang memang salah satu konglomerat di Thailand dengan jumlah kekayaan keluarganya yang fantastis.

*Biodata Madam Pang

Nama asli: Nualphan Lamsam

Nama panggilan: Madam Pang

Tanggal lahir: Thailand, 21 Maret 1966

Usia: 55 tahun

Profesi: Pebisnis, politikus, manajer timnas Thailand

Orang Tua: photipong Lamsam, Yupa Lamsam

Saudara: Wannaporn Phornprapa, Sara Lamsam

Suami: Dr. Vachara Phanchet (mantan suami), Kolonel Narat Sawetananas (sekarang)

Anak: Nuanwan Phanchet

Madam pang memiliki nama asli Naulphan Lamsam.

Dia merupakan anak dari Photipong Lamsam yang merupakan Komite Penasehat Partai Demokrat.

Sedangkan Ibunya Yupa Lamsam merupakan pemegang saham utama Muang Thai Insurance. 

Karena latar belakang keluarganya ini Madam Pang juga ikut mendirikan beberapa bisnis lainnya.

Madam Pang banyak bertugas sebagai penghubung antara tim dan pemain secara keseluruhan. 

Sekaligus memastikan beberapa kebutuhan yang di perlukan dalam tim.

Tidak hanya piawai sebagai manajer tim, Madam Pang juga memilik latar pendidikan yang bagus.

Madam Pang merupakan lulusan sarjana jurusan Pemasaran di Universitas Srinakharinwirot.

Madam Pang kemudian meneruskan S2 ke University Chulalongkorn. 

Tidak berhenti di situ, ia kemudian melanjutkan pendidikan Master of Management di Universitas Boston, Amerika Serikat.

Kasus kematian Tangmo Nida memang ramai diperbincangkan tak hanya di Thailand saja, tapi seluruh dunia.

Tangmo Nida memiliki nama asli Nida Patcharaveerapong, lahir pada 18 September 1984 di Bangkok.

Ia merupakan lulusan College of Social Innovation Rangsit University.

Dia pun memulai kariernya di dunia hiburan sejak tahun 1998, ketika usianya menginjak 15 tahun.

Saat itu, Tangmo Nida bertemu dengan seorang pencari bakat saat sedang berbelanja di sebuah pusat perbelajaan.

Tangmo Nida kemudian mengikuti tawaran istimewa, lalu menjalani tes di depan kamera serta menjadi model iklan.

Selama 24 tahun berkarier, aktris berusia 37 tahun ini telah membintangi kurang lebih 38 judul drama Thailand atau lakorn.

Selain itu, Tangmo Nida juga sudah pernah muncul di empat judul film, dan tujuh acara televisi.

Tangmo Nida juga telah memenangkan sejumlah penghargaan lokal di Thailand.

Tangmo Nida menaiki speedboat di Chao Phraya pada Kamis 24 Februari 2022, bersama manajer, Gatick Idsarin dan sahabatnya, Sand Wisapat Manomairat, Job Nitas Kiratisoothisathorn serta seorang perempuan lain.

Menurut pengakuan para tersangka, Tangmo Nida terjatuh ke sungai sekitar pukul 22.40 waktu setempat saat sedang buang air kecil dibagian belakang speedboat.

Saat itu, Tangmo Nida memegangi kaki Sand.

Namun, Sand mengaku sedang melihat layar ponsel ketika sahabatnya terjatuh ke sungai.

Sedangkan Gatick mengaku sedang melihat pemandangan kala itu.

Ia menyebut Tangmo Nida tak mau memakai pelampung keselamatan, karena ingin berfoto dengan bodysuit.

Setelah jatuh, kelima tersangka mengaku berusaha mencari Tangmo Nida, namun tidak ditemukan.

Mereka melapor kepada polisi dan petugas penyelamat 24 jam setelah kejadian.

Proses pencarian oleh pihak berwajib dimulai pada Jumat 25 Februari 2022.

Jenazah Tangmo Nida baru ditemukan mengapung didekat Jembatan Rama VII, di provinsi Nonthaburi pada Sabtu 26 Februari 2022.

Atas kejadian ini, Por Tanupat Lerttaweewit, pemilik speedboat, dan Robert Phaiboon Trikanjananun, pengemudi speedboad, dituntut dengan dugaan kelalaian yang menyebabkan kematian.

Ibunda Tangmo Nida, Panida Sirayutthayothin, menduga bahwa kematian putrinya bukan murni kecelakaan, tetapi ada unsur kesengajaan.

Panida meminta pihak yang terlibat harus diselidiki.

Ia juga mencurigai bahwa Tangmo Nida dan penumpang kapal lainnya yang sedang bertengkar, merujuk pada salah satu foto Tangmo Nida yang tampak tidak bahagia saat duduk sendirian di belakang kapal.

Menurutnya alasan Tangmo Nida buang air kecil adalah alasan yang tidak masuk akal.

Tangmo Nida merupakan seorang pesohor yang tidak mungkin akan buang air kecil di tempat yang sangat terbuka.

Kakak Tangmo Nida, Dayos Detjob yang ikut menemukan jenazah Tangmo Nida juga mengaku menyerahkan penyelidikan kasus tersebut kepada polisi.

Gatick dan Sand yang dimintai keterangan memberikan pengakuan yang berbeda, keduanya semakin disorot atas kematian Tangmo Nida.

Pengakuan tentang Tangmo yang jatuh karena ingin kencing pun ditolak oleh ahli forensik, sebab jenazahnya mengenakan bodysuit.

Pada Minggu 27 Februari 2022, Gatick dan Sand muncul dalam jumpa pers dan menjawab sejumlah pertanyaan.

"Jika temanku tewas, aku juga akan kehilangan mata pencaharian, kalian harus mengerti," jawaban Gatick sang manajer dianggap tak simpatik.

Ia juga mengaku tak mengabari keluarga Tangmo Nida setelah kejadian karena merasa tak ada gunanya.

Sebelum Tangmo Nida ditemukan, Gatick memutuskan pulang duluan menggunakan mobil Tangmo dan memilih menunggu di rumah mendiang yang ditumpanginya bersama anaknya selama ini.

Sama halnya dengan Gatick, Sand juga tidak mengikuti proses pencarian.

Ia berpikir kalau Tangmo Nida akan menemukan perahu lain yang lewat dan minta diantar ke tepi.****

Editor: Viko Karinda

Sumber: Thairath.com


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah