Film Dokumenter Dirty Vote ungkap Fakta Kecurangan Pemilu Demi Kekuasaan

- 11 Februari 2024, 21:05 WIB
Poster film Dirty Vote (kiri) dan ilustrasi Jokowi (kanan).
Poster film Dirty Vote (kiri) dan ilustrasi Jokowi (kanan). /Kolase foto X @idbaruid dan Pikiran Rakyat/Fian Afandi/

“Atau kita bersuara lantang dan bertindak agar republik yang kita cita-citakan terus hidup dan bertumbuh. Pilihan Anda menentukan,” katanya.

Sementara itu, menurut Feri Amsari, pemilu memiliki esensi atas rasa cinta tanah air. Pembiaran kecurangan dalam pemilu sama saja merusak tatanan bangsa Indonesia

“Dan rezim yang kami ulas dalam film ini lupa bahwa kekuasaan itu ada batasnya. Tidak pernah ada kekuasaan yang abadi. Sebaik-baiknya kekuasaan adalah, meski masa berkuasa pendek, tapi bekerja demi rakyat. Seburuk-buruknya kekuasaan adalah yang hanya memikirkan diri dan keluarganya dengan memperpanjang kuasanya,” jelas Feri.

Diketahui, film dokumenter ini disutradarai Dandhy Dwi Laksono. "Dirty Vote" merupakan film keempat yang disutradarai Dandhy yang mengambil momentum pemilu ditahun 2024.

Melalui rumah produksi WatchDoc, pada 2014 Dandhy telah meluncurkan film “Ketujuh”, yang pada masa itu menghadirkan sosok Jokowi dielu-elukan sebagai pembawa harapan baru.

Selanjutnya pada 2017, Dandhy menyutradarai “Jakarta Unfair” tak berapa lama menjelang Pilkada DKI Jakarta. Dua tahun kemudian, Film Sexy Killers tembus 20 juta penonton di masa tenang pemilu 2019.

Film dokumenter Sexy killers ini membuka jaringan oligarki yang melekat pada kedua pasangan calon yang tengah bertarung pada masa Jokowi – Maruf Amin versus Prabowo-Hatta.

Menurut Dandhy lagi, Film dokumenter Dirty Vote sebagai informasi dan tontonan yang reflektif di masa tenang pemilu.

Dia berharap, masa tiga hari yang sangat penting menjelang hari pemilu 2024, Dirty Vote ini mampu mengedukasi rakyat Indonesia serta banyak ruang dan forum diskusi yang digelar.

"Ada saatnya kita menjadi pendukung capres-cawapres. Tapi hari ini, saya ingin mengajak setiap orang untuk menonton film ini sebagai warga negara." ungkapnya.

Halaman:

Editor: Budyanto Hamjah

Sumber: JAMBI PIKIRAN RAKYAT


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah

x