Kisah Singkat Mantan Presiden Afrika Selatan, Dendam Nelson Mandela

- 12 Februari 2024, 05:07 WIB
Ilustrasi  Kisah Singkat Mantan Presiden Afrika Selatan, Dendam Nelson Mandela
Ilustrasi Kisah Singkat Mantan Presiden Afrika Selatan, Dendam Nelson Mandela /Tangkapan layar YouTube U2VEVO


TERAS GORONTALO - Nelson Rolihlahla Mandela adalah seorang revolusioner antiapartheid dan politisi Afrika Selatan yang menjabat sebagai Presiden Afrika Selatan sejak 1994 sampai 1999.

Nelson Mandela adalah orang Afrika Selatan berkulit hitam pertama yang menjadi Presiden dalam sebuah pemilu multirasis.

Berikut adalah kisah singkat sang mantan Presiden Afrika Selatan, Nelso Mandela yang menginspirasi.

Belum lama ia terpilih sebagai Presiden Afrika Selatan, Nelson Mandela langsung mengajak beberapa pengawalnya untung keliling kota.

Setelah berkeliling, Nelson dan para pengawal singgah di sebuah restoran, sang Presiden tidak meminta perlakuan khusus.

Nelson langsung memesan makan untuk disantap bersama para pengawalnya.

Lalu Nelson Mandela melihat di meja bagian pojok ada seorang laki-laki yang menunggu pesanannya, Nelson meminta pengawalnya agar mengajak laki-laki tersebut untuk ikut makan bersamanya, laki-laki itupun dipersilahkan duduk di samping Nelson.

Hidangan sudah lengkap, Nelson dan para pengawal siap menyantap, termasuk dengan laki-laki yang berada di samping Nelso.

Tetapi laki-laki tersebut terlihat aneh, tangannya gemetar dan wajahnya berkeringat.
Ia tidak menyantap hidangan yang ada, kecuali sepotong roti dan beberapa seteguk air, pengawalpun heran.

Lalu Nelson berkata kepada pengawalnya "Ia tidak sakit. Keringat yang keluar dan tangan yang gemetar itu bukan karna sakit. Dialah sipir yang dulu menyiksa aku ketika aku dipenjara di ruang isolasi. Pernah, ketika aku haus dan meminta air darinya, ia malah mengencingi kepalaku."

Jadi, dia sedemikian gemetarnya karna takut aku akan membalas apa yang ia perbuat kepadaku.
Lalu Nelson mengatakan "Aku tidak akan membalasnya, dendam bukanlah Akhlakku. Dendam tidak akan dapat membangun negara, tetapi memaafkan selalu menjadi jalan menuju kebangkitan bangsa."

Itulah cerita singkat dari mantan Presiden Afrika Selatan yang menginspirasi.

"Jadi perlakuan orang lain dengan baik, karna tidak ada yang tahu hari esok." Filosofis.id. ***

 

Editor: Budyanto Hamjah

Sumber: Instagram @Filosofis.id


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah

x