Taliban Izinkan Wanita di Afghanistan Belajar di Universitas, Tapi Ada Syaratnya!

12 September 2021, 19:32 WIB
Ilustrasi kelompok wanita Afghanistan. /Amber Clay/Pixabay

TERAS GORONTALO - Taliban mengizinkan Wanita di Afghanistan belajar di Universitas, dengan syarat yang ditentukan.

Diizinkannya Wanita di Afghanistan belajar di Universitas disampaikan menteri Pendidikan Tinggi Taliban yang baru, yang dikutip terasgorontalo dari reuters, Minggu 12 September 2021.

Dikatakan Menteri Pendidikan Tinggi Taliban, syarat wanita di Afghanistan belajar di Universitas, akan ada pemisahan gender, dan aturan berpakaian Islami yang menjadi wajib.

Baca Juga: Israel Kembali Serang Gaza

Menteri, Abdul Baqi Haqqani, mengatakan pemerintah baru Taliban, yang dinamai pekan lalu, akan "mulai membangun negara di atas apa yang ada saat ini" dan tidak ingin memutar waktu 20 tahun ke belakang, ketika gerakan itu terakhir berkuasa.

Dijelaskan Abdul Baqi Haqqani, siswa perempuan akan diajar oleh perempuan sedapat mungkin, dan ruang kelas akan tetap terpisah, sesuai dengan interpretasi gerakan hukum syariah Islam.

"Alhamdulillah kami memiliki banyak guru perempuan. Kami tidak akan menghadapi masalah dalam hal ini. Semua upaya akan dilakukan untuk menemukan dan menyediakan guru perempuan untuk murid perempuan," katanya dalam konferensi pers di Kabul.

Baca Juga: Polisi Israel Tembak Mati Seorang Warga Palestina

Pejabat Taliban mengatakan, perempuan akan dapat belajar dan bekerja sesuai dengan hukum syariah, dan tradisi budaya lokal, tetapi aturan berpakaian yang ketat akan berlaku.

Haqqani mengatakan jilbab agama cadar akan wajib untuk semua siswa perempuan, tetapi tidak menentukan apakah ini berarti jilbab atau penutup wajah wajib.

Haqqani mengatakan jika tidak ada guru perempuan yang tersedia, langkah-langkah khusus akan diambil untuk memastikan pemisahan.

“Bila benar-benar ada kebutuhan, laki-laki juga bisa mengajar (perempuan) tapi sesuai syariah, mereka harus menjaga jilbab,” katanya.

Baca Juga: Dua Gerilyawan Palestina yang Kabur dari Penjara Israel Ditangkap

Ruang kelas akan ditutup untuk membagi siswa laki-laki dan perempuan, jika diperlukan dan pengajaran juga dapat dilakukan melalui streaming atau TV sirkuit tertutup.

Haqqani mengatakan kepada wartawan bahwa pemisahan gender akan diberlakukan di seluruh Afghanistan, dan semua mata pelajaran yang diajarkan di perguruan tinggi, juga akan ditinjau dalam beberapa bulan mendatang.***

Editor: Usman Anapia

Sumber: Reuters

Tags

Terkini

Terpopuler